Rasio Kompresi Mesin 2 Tak Kecil?

Pernah membaca data spesifikasi di motor 2 Tak? Koq kecil-kecil yah kompresinya.. Ninja dan RX King kompresi nya hanya berkisar 6-7 : 1

Cara mengukur rasio kompresi pada mesin 2 Tak sebelumnya adalah sama dengan cara menghitung rasio kompresi statis, yaitu (volume silinder + volume ruang bakar) : volume ruang bakar. Akan tetapi seperti kita ketahui, mesin 2 tak mempunyai lubang-lubang di dinding silinder untuk jalur masuk bahan bakar dan jalur keluar gas buang. Lubang-lubang ini berlaku seperti layaknya klep dan camshaft di mesin 4 tak. Posisi tiap lubang menentukan kapan bahan bakar dan udara mulai masuk dan kapan berhenti masuk, juga kapan gas buang mulai keluar dan kapan berhenti keluar.

Karena adanya lubang di dinding silinder dan cara perhitungan rasio kompresi yang masih menggunakan posisi piston pada TMB, pabrikan Jepang menganggap cara ini salah. Dan memperkenalkan cara perhitungan baru yang mirip seperti cara penghitungan rasio kompresi dinamis, yaitu setelah piston melewati semua lubang di dinding silinder. Seperti saya kutip dari buku Graham Bell berikut :

“The Japanese have introduced a new way of measuring the compression ratio,
called in various circles effective, corrected, actual or trapped compression ratio. This
can be very confusing because an 8:1 corrected compression ratio is about equivalent to
a 15:1 compression ratio calculated by the old method.
The Japanese theory is that compression does not begin until the piston closes the
exhaust port. Therefore the corrected compression ratio is taken to mean the ratio of
the volume of the cylinder with the piston just closing the exhaust port relative to the volume of the cylinder with the piston at TDC”

Jadi rasio kompresi RX King yang cuman 6.7 : 1 itu sebenarnya tidak kecil jika dibandingkan dengan motor saya (Yamaha Scorpio) dengan cara pengukuran dengan prinsip yang sama, yaitu 4.7 :1. Loh koq jadi gedean 2 Tak yah.. hehehe..

Nah pernah denger Aprillia 2 Tak baik 125 / 250cc kompresinya 11-12 : 1 ??
Wah tinggi banget dong? Ternyata tidak juga, karena cara pengukuran rasio kompresi 2 tak yang di pionir kan oleh pabrikan Jepang tersebut tidak diikuti oleh pabrikan Eropa. Mereka masih menggunakan standar pengukuran yang lama yaitu saat piston di TMB (full stroke).

Jadi 11 : 1 nya Aprillia blom tentu lebih tinggi dari 6.7 : 1 nya Kawasaki Ninja.

 

Semoga membantu..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: